Entri Populer

Jumat, 08 Oktober 2010

cara mengunakan mesin bubut

1. Kegiatan Belajar 1
Persiapan Pekerjaan Membubut Kompleks
a. Tujuan Pemelajaran 1
1) Peserta diklat dapat menjelaskan persyaratan kerja dengan
mesin bubut.
2) Peserta diklat dapat menjelaskan persiapan kerja dengan mesin
bubut.
3) Peserta diklat dapat mengidentifikasi peralatan kerja dengan
mesin bubut.
b. Uraian Materi 1
Mesin bubut adalah salah satu jenis mesin perkakas yang
menggunakan prinsip dasar pemotongan logam. Bekerja dengan
mesin bubut memerlukan persyaratan kerja, persiapan kerja, dan
peralatan kerja.
? Persyaratan kerja, yaitu kondisi yang disesuaiakn dengan
mesin, benda kerja dan operatornya. Beberapa persyaratan
tersebut antara lain;
Kondisi mesin, mesin bubut harus siap digunakan artinya
spindle dapat berputar. Putaran spindel atau sumbu utama
mesin bubut akan memutarkan kepala tetap sehingga benda
kerja pada kepala tetap memungkinkan untuk dipotong atau
disayat. Eretan atas sebagai tempat pahat, harus mudah
digerakan agar kedalaman pemotongan dapat diatur. Eretan
bawah dengan gerakan translasi sejajar sumbu utama harus
mudah digerakkan agar gerakan pemakanan benda kerja dapat
8
dilaksanakan dengan baik. Pompa pendingin (coolant) harus
dapat bekerja dengan baik.
Benda kerja, hasil bubutan berbentuk silinder baik silinder luar
maupun silinder dalam. Ukuran panjang benda kerja harus
sesuai dengan panjang meja mesin bubut, sedangkan diameter
benda kerja harus sesuai dengan ketinggian sumbu utama
terhadap permukaan meja mesin bubut.
? Persiapan kerja, yaitu kegiatan menyiapkan, penyetelan,
pemasangan, dan pemeriksaan.
Kegiatan menyiapkan yaitu menyiapkan alat bantu bubut
(kunci pas, kunci L, palu plastik, kikir).
Kegiatan penyetelan yaitu penyetelan putaran spindel yang
disesuaikan dengan jenis bahan benda kerja.
Kegiatan pemasangan antara lain, pemasangan kepala tetap
maupun collet termasuk face plate disesuaikan dengan tujuan
pembubutan dan bentuk benda kerjanya. Pemasangan kepala
lepas termasuk penyangga tetap dan jalan disesuaikan dengan
panjang benda kerjanya. Pemasangan pahat bubut termasuk
penyetelan ketinggian mata pahat disesuaiakn dengan tujuan
pembubutannya. Pamasangan benda kerja pada kepala tetap
maupun pada alat penjepit (klemping) yang lain, harus
meredam getaran sesuai derajat kebebasan yang diinginkan.
Kegiatan pemeriksaan yaitu pemeriksaan kesatu sumbuan
antara kepala tetap dan kepala lepas.
? Peralatan kerja, yaitu memilih alat kerja bubut sesuai dengan
kondisi benda kerja yang akan dibubut. Beberapa peralatan
9
yang harus disediakan untuk bubut komplek dibedakan menjadi
dua kelompok yaitu,
Kelompok alat potong, antara lain; pahat bubut, pahat ulir,
senter bor, mata bor, reamer, pisau kartel.
Kelompok alat ukur, antara lain; jangka sorong, dial
indikator, jangka luar dan dalam, mikrometer luar dan dalam,
plug dan snap gauge.
c. Rangkuman 1
? Persyaratan kerja berhubungan dengan kondisi mesin, benda
kerja dan operator.
? Persiapan kerja merupakan kegiatan pemasangan, penyetelan,
dan pemeriksaan baik peralatan bubut maupun benda kerjanya.
? Peralatan kerja yaitu alat yang disiapkan sesuai kebutuhan untuk
mengerjakan benda kerja ditinjau dari bahan dan bentuk atau
desain yang diinginkan.
d. Tugas 1
Amati dan catat spesifikasi mesin bubut yang ada di bengkel -
bengkel mesin baik di industri maupun di bengkel sekolah atau
pelatihan.
Catat kebutuhan alat bantu bubut termasuk alat potong yang
digunakan untuk salah satu kerja bubut kompleks.
e. Tes Formatif 1
1) Kondisi apa saja yang termasuk persyaratan kerja bubut.
2) Untuk menghindari hasil bubutan tirus, apa yang harus disiapkan
sebelum pembubutan ?
3) Peralatan ukur apa saja yang digunakan untuk bubut silinder
dalam
10
f. Kunci Jawaban
1) Kondisi persyaratan kerja antara lain kondisi mesin siap
digunakan, kondisi desain benda kerja yang dapat dikerjakan
pada mesin bubut, dan kondisi operator yang sesuai sikap dan
tuntutan keselamatan kerja.
2) Agar tidak terjadi ketirusan yang tidak diharapkan, sebelum
bekerja sebaiknya diperiksa kesatu sumbuan antara kepala tetap
dan kepala lepas.
3) Peralatan ukur untuk bubut silinder dalam antara lain, jangka
dalam, mikrometer dalam, jangka sorong, dan plug gauge
g. Lembar Kerja
Alat dan Bahan
1) Mesin bubut
2) Alat bantu bubut (dalam satu kotak alat)
3) Pahat bubut rata, potong, muka, ulir, senter bor
4) Alat tulis
Keselamatan Kerja
1) Gunakan pakaian praktek
2) Ikuti petunjuk yang telah dijelaskan
3) Jangan bertindak diluar prosedur yang telah ditetapkan
4) Pinjam dan kembalikan peralatan sesuai daftar
Langkah Kerja
1) Siapkan peralatan yang diperlukan, termasuk peminjaman alat
2) Amati dan catat spesifikasi mesin bubut yang tersedia
3) Amati dan catat peralatan bubut yang digunakan untuk
pembubutan komplek
4) Buat laporan kerja hasil pengamatan
11
2. Kegiatan Belajar 2
Pemilihan Alat Potong
a. Tujuan Pemelajaran 2
Siswa mampu memilih alat potong untuk kerja bubut komplek.
b. Uraian Materi 2
Alat potong untuk kerja bubut komplek sama dengan alat potong
kerja bubut dasar, hanya ditambah beberapa alat potong untuk
bubut ulir, bubut silinder dalam dan pembentukan. Beberapa
tambahan alat potong tersebut antara lain,
1) Pahat bentuk
Pahat bentuk digunakan untuk membentuk benda kerja sesuai
bentuk permukaan yang diharapkan, salah satu contohnya
adalah pahat yang ujungnya beradius.
Pahat bentuk yang lain adalah berbentuk pesegi, biasanya untuk
membuat alur pada benda silinder.
Gambar 1 : Pahat bentuk radius
12
2) Pahat Ulir
Pahat ulir digunakan untuk membuat ulir, baik ulir tunggal
maupun ganda. Bentuk pahat ulir harus sesuai dengan bentuk
ulir yang diinginkan. Untuk itu diperlukan pengasahan pahat
sesuai dengan mal ulirnya. Pahat ulir tidak mermpunyai sudut
tatal, permukaannya rata dengan ujung beradius sesuai radius
kaki ulir yang besarnya tergantung besar kisar ulirnya. Di bawah
ini ilustrasi pahat ulir segi tiga dan ulir segi empat.
Gambar 2 : Pahat ulir segi tiga
13
Gambar 3 : Pahat ulir segi empat.
3) Pahat dalam
Pahat dalam digunakan untuk membubut bagian dalam silinder
atau membuat lubang sejajar sumbu. Pahat dalam baik untuk
bubut rata maupun ulir memerlukan batang pemegang yang
ukuran diameternya lebih kecil dibanding diameter dalam dari
lubang yang dibuat.
Gambar 4: Pahat dalam
14
c. Rangkuman 2
1) Pahat bentuk disesuaikan dengan bentuk permukaan benda kerja
yang akan dibuat
2) Pahat ulir tidak mempunyai sudut tatal dan bentuknya sesuai
bentuk ulir yang diinginkan
3) Pahat dalam digunakan untuk membuat lubang dan ulir dalam
dari benda kerja.
d. Tugas 2
Siapkan berbagai bentuk pahat yang tersedia di bengkel bubut,
amati setiap perbedaan bentuknya dan catat .
e. Tes Formatif 2
1) Mengapa ujung pahat dibuat radius pada pahat bentuk radius ?
2) Bagian mana yang menunjukkan pahat ulir untuk membuat ulir
segitiga ?
3) Mengapa batang pemegang pahat dalam diameternya lebih kecil
dibanding diameter dalam yang akan dibuat ?
f. Kunci Jawaban 2
1) Karena ujung pahat bentuk dibuat sesuai dengan bentuk
permukaan benda kerja yang diinginkan. Untuk permukaan
beradius maka ujung pahat bentuk dibuat radius.
2) Pada bagian ujung pemakanan pahatnya
3) Karena batang pemegang pahat harus membawa pahat masuk
kedalam lubang yang dibuat
15
g. Lembar Kerja 2
Alat dan Bahan
1) Mesin bubut
2) Pahat bubut lengkap (berbagai bentuk)
3) Alat tulis
Keselamatan Kerja
1) Gunakan pakaian praktek
2) Ikuti petunjuk yang telah dijelaskan
3) Jangan bertindak diluar prosedur yang telah ditetapkan
4) Pinjam dan kembalikan peralatan sesuai daftar
Langkah Kerja
1) Siapkan peralatan yang diperlukan, termasuk peminjaman alat
2) Amati dan catat spesifikasi pahat bubutnya
3) Amati dan catat peralatan bubut yang digunakan untuk
pembubutan komplek
4) Buat laporan kerja hasil pengamatan
16
3. Kegiatan Belajar 3
Membubut Komplek
a. Tujuan Pemelajaran 3
1) Peserta diklat dapat membubut ulir luar dan dalam
2) Peserta diklat dapat membubut tirus
3) Peserta diklat dapat membubut eksentrik
4) Peserta diklat dapat membubut benda panjang
5) Peserta diklat dapat membubut menggunakan face plate
b. Uraian Materi 3
1) Membubut ulir luar dan dalam
Kerja persiapan,
- Tentukan putaran mesin
- Persiapkan pahat kasar, muka, bentuk (grove), dan pahat ulir
- Kotak kunci (tool box)
- Pemasangan benda kerja
- Pemasangan dan penyetelan pahat bubut. Ujung pahat harus
setinggi pusat sumbu benda kerja, selanjutnya setel posisi pahat
dengan alat pengukur kedudukan (lihat gambar)
Gambar 5: Ulir luar Gambar 6: Ulir dalam
17
Gambar 7: Pemasangan pahat ulir, setinggi sumbu benda kerja
Gambar 8: Pengukur kedudukan dan penyetelan pahat ulir luar dan
dalam
Langkah Kerja
- Bubut diameter luar sampai dengan ukuran diameter mayor ulir,
gunakan pahat kasar
- Ganti pahat dengan pahat bentuk.
- Bubut bagian akhir ulir dengan pahat bentuk (membuat grove)
- Ganti pahat dengan pahat ulir
- Buat uliran awal sesuai dengan bagian ulir yang dikehendaki,
tempatkan pahat pada ujung benda kerja kurang lebih 0,5 mm
dari benda kerjanya, majukan pahat sedikit menggores benda
kerja.
18
- Bubut bagian ulir yang dibuang sepanjang yang diinginkan.
Pada akhir pemotongan, undurkan pahat dan matikan mesin.
Jangan sampai menabrak bagian lain benda kerja.
- Tempatkan pahat pada posisi awal sebelum pemotongan
dengan memutar benda kerja searah jarum jam
Gambar 9: Proses penguliran, bubut ulir luar
Gambar 10: Proses penguliran, bubut ulir dalam
19
- Periksa hasil ulirannya , bila sesuai dimensi yang diinginkan
lanjutkan dengan bubut ulir sebenarnya.
- Ulangi langkah pembubutan di atas, sebelumnya majukan pahat
sesuai dengan ketebalan pemakanan, selesaikan sampai dengan
kedalaman ulir yang ditentukan.
- Periksa hasil uliran.
2) Membubut tirus
Membubut tirus dapat dilaksanakan dengan beberapa cara, cara
yang paling mudah adalah dengan tambahan alat bubut taper,
akan tetapi cara ini selain membutuhkan kelengkapan juga harus
memasang perlengkapan tersebut pada meja eretan. Cara biasa
adalah dengan memiringkan eretan atas dan memajukan eretan
sebagai langkah pemakanan, khususnya untuk benda tirus yang
pendek.
Gambar 11: Bubut tirus, memiringkan eretan atas
Cara yang lain adalah dengan membubut antara dua senter dan
menggeser posisi kepala lepas sesuai dengan tinggi kemiringan
yang diinginkan.
20
Gambar 12 : Bubut tirus, dua senter
Gambar 13 : Penggeseran posisi kepala lepas
Untuk menghitung pergeseran kepala lepas (a), dicari dengan
rumus
a = ( D – d ) / 2
D = diameter besar
d = diameter kecil
21
Karena keterbatasan sentuhan senter tetap dengan lubang senter
pada benda keja , maka harga pergeseran “a” tidak lebih dari 1/50
panjang benda kerjanya.
Kerja persiapan,
- Tentukan putaran mesin
- Persiapkan pahat kasar, muka, dan pahat finishing
- Kotak kunci (tool box)
- Pemasangan benda kerja
- Pemasangan dan penyetelan pahat bubut.
- Penyetelan kemiringan sudut pada eretan atas (benda kerja
pendek) atau pergeseran kepala lepas (benda kerja panjang).
Langkah Kerja
- Bubut bagian muka benda kerja untuk menentukan titik awal
kemiringan
- Bubut diameter luar sampai dengan ukuran diameter terbesar
yang diinginkan, gunakan pahat kasar
- Rubah posisi pahat atau posisi kepala lepas untuk menentukan
sudut kemiringannya
- Bubut bagian tirusnya
- Periksa kebenaran sisi dan sudut ketirusannya
- Ganti pahat dengan pahat finishing.
- Periksa hasil ketirusannya.
22
3) Membubut Eksentrik
Membubut eksentrik tirus dapat dilaksanakan dengan beberapa
cara,
? Pergeseran senter
Kerja persiapan,
- Tentukan putaran mesin
- Persiapkan pahat kasar, muka, dan pahat finishing
- Kotak kunci (tool box)
- Pemasangan benda kerja
- Pemasangan dan penyetelan pahat bubut.
Gambar 14: Pemasangan benda kerja, bubut eksentrik
Langkah Kerja
- Bubut permukaan benda kerja dengan pahat kasar mendekati
diameter terbesar dan panjang yang diinginkan.
- Bubut bagian muka benda kerja (dua muka) untuk menentukan
sisi penandaan pergeseran senter.
- Buat pergeseran senternya pada dua sisi penampang benda
kerja
23
Pemberian tanda untuk pergeseran senternya pada kedua
sisi penampangnya
Posisi senter A untuk pembubutan pertama
Posisi senter B untuk pembubutan kedua
- Tempatkan benda kerja dengan penjepitan dua senter
- Bubut diameter luar sampai dengan ukuran diameter terbesar
yang diinginkan
- Ganti penjepitan benda kerja dengan senter yang kedua
- Bubut bagian eksentriknya
- Periksa kebenaran dimensi poros eksentrik yang dibuat
? Chuck empat (independent chuck)
A
B
24
Kerja persiapan,
- Tentukan putaran mesin
- Persiapkan pahat kasar, muka, dan pahat finishing
- Kotak kunci (tool box)
- Pemasangan benda kerja
- Pemasangan dan penyetelan pahat bubut.
Gambar 15: Chuck kepala empat dan pemasangan benda kerja
Langkah Kerja
- Bubut permukaan benda kerja dengan pahat kasar mendekati
diameter terbesar dan panjang yang diinginkan.
- Bubut bagian muka benda kerja (dua muka) untuk menentukan
sisi penandaan pergeseran senter.
25
- Buat pergeseran senternya pada satu sisi penampang benda
kerja
- Tempatkan benda kerja pada chuck empat, atur sesuai posisi
senter utama
- Bubut benda kerja sesuai dimensi yang diinginkan
- Atur benda kerja dengan merubah posisi penjepitan sesuai
sumbu eksentriknya, gunakan pointer untuk membantu
pergeserannya.
- Bubut bagian eksentriknya
- Periksa kebenaran dimensi poros eksentrik yang dibuat
26
4) Membubut Benda Panjang
Membubut benda panjang memerlukan peralatan tambahan.
Peralatan tambahan yang sering digunakan adalah kaca mata
tetap (stationery steady rests ) dan kaca mata jalan (stationery
steady traveling).
Kacamata tetap dan jalan digunakan untuk mendukung benda
kerja panjang, sehingga kelenturan benda kerja akibat tekanan
pemakanan saat dibubut dapat dikurangi. Apabila tidak dijaga,
maka benda kerja cenderung tirus atau tidak merata
kesilindrisannya.
Gambar 16: A= Kaca mata tetab; B = Kaca mata jalan
Pemakaian kacamata jalan (traveling steady rest) dapat dilihat
seperti gambar di bawah ini.
A B
27
Gambar 17: Penggunaan kaca mata jalan
Kerja persiapan,
- Tentukan putaran mesin
- Persiapkan pahat yang akan digunakan
- Kotak kunci (tool box)
- Pemasangan benda kerja
- Pemasangan dan penyetelan pahat bubut.
Langkah Kerja
- Pasang kacamata pada meja mesin
- Jepit benda kerja pada kepala tetap.
- Atur benda kerja agar tersangga pada kacamatnya
- Bila diperlukan jepit dengan senter jalan pada ujung yang lain
- Benda kerja siap dibubut
28
5) Membubut dengan Faceplate
Membubut dengan Faceplate adalah membubut benda kerja yang
bentuknya tidak beraturan sehingga sulit bila menggunakan
penjepitan atau pencekaman dengan cara-cara yang telah
dibahas sebelumnya.
Gambar 18: Face plate
Kerja persiapan,
- Tentukan putaran mesin
- Persiapkan pahat yang akan digunakan
- Kotak kunci (tool box)
- Pemasangan dan penyetelan pahat bubut.
- Pemasangan benda kerja pada faceplate. Bila diperlukan
gunakan angel plate dan v-block.
29
Langkah Kerja
- Lepas kepala tetap dari mesin bubut.
- Pasang faceplate sebagai pengganti kepala tetap
- Atur posisi penjepitan benda kerja pada permukaan faceplate
- Gunakan lubang dan alur yang tersedia pada faceplate untuk
baut-baut penjepitnya
- Atur posisi bagian benda kerja yang akan dibubut sesuai dengan
titik senter mesin
- Benda kerja siap dibubut.
c. Rangkuman 3
- Alat potong kerja bubut komplek dipilih sesuai bentuk benda
kerja yang diinginkan.
- Kerja bubut komplek antara lain, bubut Ulir, bubut Tirus, bubut
Eksentrik, bubut benda penjang, dan bubut dengan face plate.
d. Tugas 3
- Siapkan perangkat pahat untuk membuat ulir, membuat tirus,
membuat poros eksentrik dari pembubutan awal sampai akhir
- Urutakan pemakaian pahat dari masing-masing pembubutan
tersebut, catat dan buat laporannya.
e. Tes Formatif 1
Kerjakan pada mesin bubut yang tersedia, sesuai dengan dimensi,
bentuk dan ketentuan gambar kerjanya.
(Draft gambar soal) toleransi umum ± 0.05
30
1). Bubut Ulir
2) Bubut Tirus
3) Bubut Eksentrik
4
Ø 30
Ø 20
M 22
70
50
4
Ø 32
Ø 20
22
70
50
Ø 20
Ø 28
50
30
4
Ø 30
4
Ø 20
Ø 40
31
4) Bubut Benda Panjang
5) Bubut Benda Tidak Beraturan ( Bubut Dalam )
f. Kunci Jawaban
Sesuai standar penilaian latihan benda kerja di bengkel
g. Langkah Kerja
1) Pelajari gambar kerjanya
2) Gunakan pakaian keselamatan kerja
3) Lakukan langkah kerja sesuai dengan langkah kerja yang telah
dibahas
Periksakan setiap hasil latihan benda kerja !
Ø 38
Ø 40
30
350
Ø 40
35

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar